Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 23 Desember 2011

Kisah Pohon Apel (Memahami cinta kasih seorang Ibu melalui sebuah cerita sederhana)

Kisah Pohon Apel (Memahami cinta kasih seorang Ibu melalui sebuah cerita sederhana)

Happy Mother' s Day

Selamat hari ibu..kemarin, hampir semua list contact bb-ku memajang aneka "happy mother's day".
Berupa gambar karikatur lucu, update status ttg Mom...dari yang sederhana misalnya : I love you Mom...
Sampai yang mengharukan seperti salah seorang sahabat yang memasang ft almarhum mamanya : "Mah, happy mother's day.. we love u"

Atau yang sedikit nyeleneh..memasang ft mamanya tapi status : Jual golden 2th...sampai koment yang muncul : "itu anjingnya ya?"
hahahahaha....

buat anda....ibu itu apa? siapa?

Sampai hari ini saya masih seorang anak, tapi juga sudah jadi ibu. dan semua hari berasa menakjubkan. Dari pagi-pagi yang emosi krn full jeritan "ayo mandi", "ayo makan!" "pakai kaos kaki, mana tas mu? bawa bekalnya..." bla..bla..bla...sampai ke acara yang cukup mengharukan yaitu mengantar sekolah, "mau peluk aja...bye mami.."

Dan sedikit cubitan2 kalau ngga beresin mainan di sore hari, bete menjawab si kecil yang selalu ngomong tanpa henti..dan surga dunia ketika dia akhirnya tidur pulas just like an angel..

then i realize ...my mom is a super women. Saya dengan 1 anak...beliau 3 anak. Sampai hari ini, dari mana kekuatannya?

Yach...mom is everything. Dan Tuhan benar...mama, adalah malaikat anak..

Happy mother's Day to all moms

Belajar dari Tukang Becak untuk sebuah Cinta

Belajar dari Tukang Becak untuk sebuah Cinta

Miliuner Yang Menyamar Sebagai Pengemis

Miliuner Yang Menyamar Sebagai Pengemis

Selasa, 29 November 2011

Suddenly

Pernahkan kita berpikir tentang sesuatu yang tiba-tiba.....a touch from heaven gitu looh...

Tiba-tiba...kita dimampukan.
Tiba-tiba...kita disembuhkan.
Tiba-tiba...kita mendapat kerja/order.
Tiba-tiba ...kita diangkat / dipromosikan.
Tiba-tiba...Tuhan hadir di samping kita.
Tiba-tiba...kita dipeluk Tuhan.
Tiba-tiba...Tuhan mengatakan sepatah kata.
Tiba-tiba...kita dekat dengan Tuhan.
Tiba-tiba....kita menangis terharu / bahkan tertawa keras...

Bukankah sesuatu yang"tiba-tiba" itu asik?

Tiba-tiba kita menang undian? tiba-tiba kita mendapat anak? tiba-tiba kita mendapat mobil? tiba-tiba........

Sesuatu yang serba tiba-tiba...bukanlah sesuatu yang kebetulan, segalanya terjadi atas kehendak Tuhan. Anugrah berupa apa pun, baik dan buruk semata adalah karena ijin Tuhan dalam kehidupan kita. Selamat menikmati "tiba-tiba".....

Daftar Lagu Rohani untuk 1 bulan

Just for joke.....

Minggu pertama (habis gajian)
"semua bunga ikut bernyanyi, gembira hatiku "

Minggu kedua, (gajian mulai mengalir)
"kasihMu seperti sungai yang mengalir"

Minggu ketiga (gaji mulai menipis)
"Ku tahu Tuhan pasti buka jalan"

Minggu keempat (gaji sudah habis)
"Tuhan kasihanilah kami"

Minggu kelima (sudah mulai mau ngutang)
"dalam Yesus kita bersaudara..."


Hahahahaha......peace all.....

Jumat, 04 November 2011

Thx to beautiful story

Remember me this way...

Tulisan yang sangat cantik ini kudapat linknya via blackberry broadcast. Pagi ini, ketika masih mendung dan kepala rasanya berat.

Lalu tanpa terasa, aku juga bisa menangis. Anak yang luar biasa.....betapa dia dipenuhi dengan rasa syukur tanpa henti dan iman yang kuat.

Semoga kisah hidup Ochie menginspirasi kita semua, mengingatkan kembali kepada kita....bahwa hidup harus disyukuri dan diperjuangkan.

Terima kasih untuk Julita Manik, karena mau berbagi cinta untuk semuanya.

Remember me this way

REMEMBER ME THIS WAY




14 Januari 2011 saya memposting artikel berjudul "Remember Me This Way". Benar-benar tidak terpikir kalau 10 bulan kemudian saya akan menulis artikel dengan judul yang sama.
Kalau artikel di bulan Januari hanyalah sebuah perenungan, maka judul yang sama di bulan Oktober ini adalah sebuah true story.

Q: How would you like to be remembered?
A: You choose.

Pilihan bukan di tangan orang yang akan mengingat kita.
Sebaliknya, bagaimana kita ingin diingat orang lain?
Seperti apa kita ingin dikenang oleh orang-orang yang dekat dengan kita, sahabat-sahabat kita, atau orang yang pernah berinteraksi dengan kita ?
Pilihan ada di tangan kita.. Pilihan ada di tangan Anda.


WHEN GOD DOESN'T MAKE SENSE



Terlahir 31 Maret 1997 dengan nama Yosephine Priskila Taruli Manik, dan memiliki panggilan sayang Ochie, sebagai putri pertama dari 2 bersaudara. Membaca nama keluarga Manik di belakang namanya, mungkin teman-teman berpikir apakah memiliki hubungan keluarga dengan saya.
Ya....benar sekali, Ochie adalah keponakan kandung saya.
Putri sulung dari abang saya.
Semua mengenalnya sebagai anak yang cantik, baik hati, sopan, suka tersenyum, suka menolong teman dan sangat suka belajar.
Saya ingat semasa balita, orang-orang senang mencubit pipinya karena sangat cantik dan menggemaskan.






Desember 2010, saya mendapat kabar kalau Ochie demam tinggi, dan ketika dibawa ke RS, hasil pemeriksaan menyatakan mengidap penyakit LEUKEMIA. KANKER DARAH. Seperti petir di siang bolong. Begitu tiba-tiba.
Ochie menjalani perawatan intensif di sebuah Rumah Sakit khusus kanker di Subang, Malaysia. Dan dipastikan, ya... memang Ochie menderita penyakit Leukemia. Perkiraan dokter waktu itu hanya butuh beberapa bulan saja untuk menangani penyakit tsb.

Bulan demi bulan dilalui, ternyata penyakit ini tidak mudah untuk diatasi. tidak seperti perkiraaan dokter semula. Leukemia yang diderita Ochie sangat agresif sekali.

Meskipun begitu, anak yang suka tersenyum ini, benar-benar menunjukkan perjuangannya melawan penyakit yang sangat ganas ini. Berkali-kali menjalani kemoterapi, hingga semua rambut rontok, dan berbagai tindakan medis lainnya, yang sangat menyakiti tubuh anak belasan tahun ini, tidak mampu melumpuhkan semangat hidupnya.
Ada 1 jenis obat yang bila diminum akan membuat Ochie kesakitan dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi tidak pernah ia menolak atau enggan untuk mengkonsumsi obat tsb.
Semangat hidupnya tergambar jelas dalam salah satu status di twitternya, Ochie menulis :


"I HAVE CANCER, I HATE CANCER, AND I'M KILLING CANCER"



Semua keluarga yang menyaksikan perjuangannya setuju bahwa Ochie tidak mau diintimidasi oleh penyakitnya. Tidak sekalipun kelihatan anak kecil ini mengeluh. Setiap orang yang membesuknya selalu melihat senyuman menghiasi wajah Ochie.
Padahal semua orang tahu bagaimana rasa sakit yang dideritanya.

Banyak pasien lain yang mengalami derita seperti Ochie, mulai patah semangat, murung, dan tidak mau makan. Ochie sebaliknya, selalu tersenyum. < Photo di atas diambil ketika Ochie dirawat di ICU>

Apapun yang disediakan dia makan dengan lahap (kita bisa terkecoh, dan menyangka makanan yang dimakannya sangat lezat).
Nggak heran, badannya bukan semakin kurus, malah lebih gemuk dan segar daripada sebelum didiagnosa Leukemia.
Suatu ketika, melihat Ochie yang makan dengan sangat lahap, mamanya ingin mencicipi makanannya tersebut, dan akhirnya menyadari ternyata makanan itu sangat plain, tidak seperti yang dibayangkan.
Sang mama menangis dalam hati menyadari betapa putrinya ini sangat berjuang melawan Leukemia.


"MAMA, RUMAH BARUKU SUDAH SELESAI...."



Setelah 10 bulan berjuang, akhirnya Ochie menghembuskan nafas terakhir,
4 Oktober 2011 di tengah keluarga yang mengasihinya. Ia sempat berpesan kepada adiknya Catherine supaya menjaga kesehatannya, Ochie sempat memeluk erat papanya, dan ia juga mengucapkan terimakasih kepada mama yang tidak pernah lelah menemani dan merawatnya selama sakit.

Banyak orang yang mengenalnya menangis dan bertanya "WHY GOD?"

Selama 10 bulan semua keluarga tahu bagaimana Ochie dan seluruh keluarga berdoa kepada Tuhan memohon kesembuhan. Papanya meninggalkan pekerjaannya selama 10 bulan untuk bisa mendampingi Ochie, sang mama juga selalu ada di sampingnya, merawat Ochie sambil tekun berdoa memohon kemurahan Tuhan untuk kesembuhan anak terkasih.
Setiap pagi dan malam di RS mereka membaca firman Tuhan, memuji, menyembah dan berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan. Keluarga ini masuk dalam keintiman yang sangat dalam kepada Tuhan, yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Mulai dari dokter, suster, bahkan janitor di RS negeri tetangga ini pun mengasihi anak kecil yang tabah, dan suka tersenyum ini.



Ochie menjadi pasien favorit di RS.
Ada keluarga pasien lain yang sama-sama menderita Leukemia, berwarganegara Malaysia, juga sangat mengasihi Ochie. Sering membeli keperluan-keperluan Ochie, membawakan makanan untuk Ochie.
Semua orang yang mengenalnya di sana mengasihinya..

Muncul pertanyaan, kalau manusia saja sangat mengasihi Ochie, masakan Tuhan tidak menunjukkan belas kasihnya dengan menyembuhkan Ochie?
Mengapa Tuhan? Bukankah Ochie anak yang baik? Bukankah ia meminta dengan sangat supaya Engkau menyembuhkannya? Ohhh Tuhan, .... bagaimana mungkin anak yang Kau beri otak yang pintar(angka-angka yang menghiasi raportnya rata-rata angka 9) tidak Engkau beri kesempatan berkarya bagi Tuhan lebih lagi? Ohhh Tuhan,,,,,,, Air mata membanjiri hati keluarga, dan teman-teman yang mengasihi Ochie.

Saya sebagai tantenya juga sangat berduka.
Semalam sebelum kepergiannya, saya menangis berdoa di hadapan Tuhan, dengan berpegang kepada 1 ayat firman Tuhan saya berdoa"Tuhan, jangan ambil Ochie di pertengahan umurnya. Ijinkan dia menggenapi seluruh rencanaMu dalam hidupnya"

Ditengah-tengah galaunya pikiran yang dipenuhi pertanyaan "kenapa ?", satu kesaksian yang membuat hati saya bisa berkata "God makes sense" (sekalipun belum mengerti) adalah ketika kemudian mendengar bahwa 2 hari sebelum pulang ke rumah Bapa, Ochie berkata kepada mamanya,
"Mama, .... rumah baruku sudah selesai."

Yesus sudah menyediakan rumah baru untuk Ochie, sehingga Ochie harus pulang. Pertandingannya sudah selesai. Ochie sudah sampai garis FINISH.



"REMEMBER ME THIS WAY"
(a true story of Yosephine Priskila Taruli "OCHIE" Manik)




Selama berada di rumah duka, saya melihat banyak sekali orang-orang yang mengasihi Ochie. Berbagai kalangan berusaha menunjukkan simpati.
Teman-teman sekolah yang sudah 10 bulan tidak ditemuinya, menyempatkan diri datang ke rumah duka mengucapkan perpisahan terakhir kali.
Bahkan menulis lagu perpisahan dan menyanyikannya untuk Ochie.
Mereka juga minta ijin kepada pihak sekolah agar diberi kesempatan mengantarkan Ochie ke tempat peristirahatan terakhir. Tidak hanya berseragam putih-biru selayaknya siswa SMP, bahkan banyak yang berseragam putih-abu-abu, siswa SMA. Panas terik cuaca saat itu tidak mengurungkan niat mereka untuk ikut sampai ke tempat Ochie akan dikebumikan.

Guru yang pernah mengajarnya ketika masih TK juga datang ke rumah duka. Kalau bukan karena Ochie anak yang menyenangkan, tidak mungkin guru yang mengajarnya 10 tahun yang lalu masih ingat kepadanya. Orangtua teman-temannya juga menyempatkan diri untuk menyampaikan kesaksian mereka tentang Ochie. Melihat banyaknya teman dan saudara yang mengasihinya, kita mungkin cenderung akan mengingat Ochie sebagai anak yang baik, supel, pintar bergaul, sehingga dikasihi semua.

Apakah seperti itu Ochie ingin diingat?
Sebagai seseorang yang baik dan menyenangkan ?



SHE LEFT HER FOOTPRINTS : HER DIARY



Sampai saya melihat sebuah diary, yang selama Ochie sakit dipenuhi dengan tulisan-tulisan tangannya.
Sebelum membuka halaman demi halaman yang ada di dalam diary itu, apa yang ada dalam benak Anda?

Pastilah isi dari diary itu kira-kira seperti ini:
Dear Diary..... hari ini aku merasakan sakit yang luar biasa, .... aku sudah nggak kuat lagi ...
Dear Diary ......kenapa ya Tuhan mengijinkan aku mengalami sakit ini?
Dear Diary... kok aku nggak sembuh-sembuh ? Tuhan kenapa nggak tolong Ochie? Apa Tuhan nggak sayang sama Ochie?


TERNYATA ...............



Yang saya temukan dalam halaman demi halaman, adalah tulisan tangan yang sangat rapi. Semua diberi garis tepi. Dan semua tulisan itu adalah alamat ayat Alkitab berikut isinya, yang selama 10 bulan Ochie berjuang telah memberi kekuatan, pengharapan, dan pengucapan syukur.

Kapan Ochie menuliskan ayat-ayat di dalam Diary ini ?
Apakah ketika ia sedang dalam kondisi agak fit ? Yang sangat jarang terjadi?
Papanya bersaksi, bukan hanya ketika kondisinya baik, bahkan ketika merasa sakit pun Ochie tetap menuliskan ayat-ayat firman Tuhan yang menguatkan imannya.

Di antara ayat-ayat tersebut ada yang diberi kotak merah :

Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
(Mazmur 104:33)






Saat membalik lembar demi lembar diary ini, saya bisa merasakan pergumulannya, pengharapannya, bisa merasakan kasihnya, bisa merasakan kebergantungan Ochie kepada Tuhan.
Karena Ochie tetap menulis bahkan ketika ia sedang di tengah rasa sakit yang hebat, saya bisa merasakan sukacitanya sekalipun doanya belum dijawab. Saya bisa merasakan pengucapan syukurnya, sekalipun Ochie tidak melihat adanya fakta untuk mengucap syukur.

Rasa penasaran saya membuat saya terus membuka halaman demi halaman sampai tulisan tangannya yang terakhir. Saya menghitung.

Semuanya ada 101 halaman yang berisi tulisan tangannya.
Total ada 599 ayat dari Alkitab yang ditulisnya ulang di diary ini.



WHAT WOULD YOU DO WHEN GOD DOESN'T MAKE SENSE ?


Kebanyakan orang akan complain. Mengeluh. Bersungut-sungut. Atau marah kepada Tuhan. Itu yang dilakukan jutaan bangsa Israel ketika berjalan keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

FOOTPRINTS mereka adalah COMPLAINING.

Banyak kejadian dimana kelihatannya tindakan Tuhan tidak makes sense.
Kenapa harus berputar kembali dan terpojok di tepi Laut Teberau menghadapi serbuan tentara Mesir ? Kenapa hanya ada manna?
Kenapa harus menghadapi kehausan dan kekurangan air di padang gurun?
Kenapa Musa yang diangkat menjadi pemimpin?

Saya menemukan kata 'COMPLAIN' di perjalanan bangsa Israel tersebut lebih banyak dari pada kata 'PRAISE' atau ucapan syukur.

Apa yang dialami Ochie, bagi kami keluarganya, bagi teman-teman yang mengasihinya, sepertinya nggak masuk akal.
Tapi kalau teman-teman membaca diary Ochie, teman-teman akan melihat sosok seorang anak yang berusaha tetap mengucap syukur sekalipun nggak mengerti kenapa semuanya Tuhan ijinkan terjadi.

599 ayat Alkitab yang ditulisnya menggambarkan isi hati Ochie yang mungkin tidak pernah diungkapkannya kepada orang lain. Tapi diungkapkannya dihadapan Tuhan, Penciptanya.


STOP COMPLAINING. START PRAISING.





Beberapa hari setelah Ochie dikebumikan, papanya menemukan di ipod Ochie, chatting Ochie dengan seorang temannya di Direct Message twitter.
Percakapan dengan adik kelas yang menderita kanker otak dan sama seperti Ochie harus menjalani kemoterapi dan mengalami rasa sakit yang mungkin hampir mirip dengan Ochie.
Sang adik kelas mengeluhkan tentang rasa sakit tersebut, merasa putus asa atas siksaan yang tak kunjung reda.
Apa yang Ochie tuliskan di situ?

Ochie menghibur adik kelasnya, mengatakan: "Jangan percaya perkataan vonis dokter .... Tuhan Yesus lebih berkuasa. Tuhan Yesus itu baik....."
Dan ketika papa Ochie melihat tanggal postingan chatting-chatting tersebut, air mata menetes.
Itu adalah tanggal-tanggal dimana puterinya sedang merasa kesakitan,
itu adalah hari-hari dimana Ochie belum melihat tangan Tuhan menolong....
tapi Ochie menghibur temannya seolah-olah dia sudah mengalami jawaban, Ochie menguatkan sahabatnya seolah-olah dia sendiri sudah mengalami kesembuhan.

Ketika dokter di Singapore berkata bone marrow Ochie sudah rusak, Ochie menyatakan imannya di status twitternya:
"Kata dokter bone marrowku rusak, tapi kata Tuhan Yesus tidak."

Bahkan ketika ujung dari perjuangannya, ... akhir dari imannya bukanlah kesembuhan, Ochie tidak complain, tapi mengucap syukur dalam segala keadaan. Dia percayakan hidupnya kepada PenciptaNya.

Apa yang akan kita lakukan saat apa yang Tuhan ijinkan nggak masuk akal?

Stop complaining. Start praising.
GOD HAS REASONS WE CANNOT SEE.

Karena Tuhan berjanji bagi semua umatNya, Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan even yang kita lihat sepertinya kecelakaan.
Melainkan rancangan damai sejahtera yang membawa kita kepada hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)



KEEP REJOICING. KEEP PRAYING. KEEP THANKING.










Ochie hanya 14 tahun hadir di dunia ini.
Kehadirannya yang singkat mengajarkan saya banyak hal.
Untuk tetap percaya bahwa Tuhan itu baik, ... apapun kenyataan di hadapan.

Apa yang saya baca dari diary tersebut membuat saya mengerti seperti apa Ochie ingin dikenang.
Bukan semata sebagai anak dan kakak yang penurut dan baik, bukan hanya sebagai teman yang setia, bukan hanya sebagai murid yang pintar dan rajin, tetapi lebih dari pada itu semua, .......






Remember me this way.
As a little girl who alwaysrejoicing,
always pray without ceasing,
and always give thanks to God in everything

(Ochie Manik)






P.S. Tulisan ini didedikasikan untuk:
Andrika G.Manik, Ellys Silalahi, dan Catherine Manik.

Air mata belum lagi kering, tapi berbahagialah karena kalian adalah orangtua yang diberkati memiliki puteri seperti Ochie, dan adik yang harus bangga memiliki kakak yang teguh imannya seperti kak Ochie.
Apa yang diperbuat Ochie dalam waktu yang singkat, telah memberkati banyak orang untuk tidak menyerah dan tetap menaruh percaya dan harap kepada Tuhan Yesus yang baik. Sambil tetap menugucap syukur kepadaNya dalam segala keadaan.



All blessings,

Julita Manik

Sapi-monyet-anjing dan manusia

Lucu tapi maknanya dalam sekali...

Rahasia Umur

Dulu, ketika Tuhan menciptakan sapi...Tuhan berkata : "hari ini Kuciptakan engkau sapi, engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kuberikan umurmu sekitar 50 tahun."

Sapi pun protes : "Kehidupanku sangat berat 50 th, kiranya 20th saja cukuplah. Kukembalikan padaMu yang 30th.." Dan setujulah Tuhan.

Lalu Tuhan menciptakan monyet...Tuhan berkata : "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kamu umur 20 tahun!"

Monyet berkata : "What??! Menghibur mereka 20tahun? 10 tahun cukuplah Tuhan, kukembalikan 10 tahun kepadaMu." Dan setujulah Tuhan....

Tuhan menciptakan anjing di hari berikutnya, : "yang kau harus lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu, setiap orang yang mendekat kau harus menggonggongnya. Kuberikan kau hidup 20 tahun."

Sang anjing langsung menolaknya :" Menjaga pintu 20 tahun?No way...kukembalikan padaMu 10 tahun." Lagi-lagi setujulah Tuhan.

Hari terakhir, Tuhan menciptakan manusia...sabda Tuhan : " Tugasmu adalah makan, tidur dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, nikmatilah. Kuberikan kau umur 25 tahun.."

Sang manusia keberatan, katanya : "menikmati hidup selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal, karena sapi mengembalikan 30 th, anjing 10 th, monyet 10 th kepadaMu...berikanlah semua itu kepadaku maka akan menambah hidupku menjadi 75 tahun. Setuju??"

Dan setujulah Tuhan....

AKIBATNYA :

Pada 25 th pertama kehidupan kita, kita makan, tidur dan bersenang-senang...party time...
30 tahun berikutnya, menjalankan kehidupan layaknya sapi. Kita bekerja keras sepanjang hari menopang keluarga kita.10 tahun kemudian, kita menghibur cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur...ciluk baaa....
Dan 10 tahun kemudian, kita tinggal di depan rumah..duduk dan menggonggong (batuk-batuk) plus ngomel-ngomel.....

Gunakanlah waktumu selagi bisa....GBU all

Keutamaan Bersyukur

Jika engkau memandang hidup dengan rasa bersyukur, semuanya menjadi lebih indah dan luar biasa.

Setiap hari adalah hari yang baik, setiap saat adalah saat yang indah. Berjalan, duduk bahkan berbaring adalah kebahagiaan hidup.

Bekerja, berkeringat dan berjerih payah adalah kepuasan dan kemuliaan hidup.

Jika engkau tidak mampu bersyukur, semua yang baik dan indah akan menjadi jelek dan menyakitkan. Kemana pun engkau pergi, apa pun yang kau kerjakan adalah penderitaan. Tiada hari tanpa kegelisahan, tiada hari tanpa kejenuhan.

Bukan hidup yang membuatmu jenuh tapi tiada rasa bersyukur yang membuat semuanya jelek dan menjenuhkan.

Kesulitan sebesar apa pun adalah wajar bagi jiwa yang melebihkan syukur daripada mengeluh. Karena bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tapi bersyukurlah yang menjadikan kita bahagia....

Jiwa yang malas, tetap tersesat walaupun sudah sampai...
Jiwa yang tamak, tetap mengeluh di atas kekayaan...

Jiwa yang bersyukur akan berbahagia bahkan di atas masalah

Percayalah bahwa bersyukur itu ajaib

Sabtu, 15 Oktober 2011

Pesan dan peringatan Tuhan



Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.

Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

‎"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"

Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."

Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.

Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.

Sabtu, 24 September 2011

My Grandpa



My grandfather was very fond of fishing. Back when young, he went to sea for fishing. Then into the swamp, switch to fish ponds, in rivers, where it is according to him there are many ikan.Dia making your own bait to catch fish, he has more than a dozen hooks in various sizes.

Now age 84 years, and it is very admirable that he still likes fishing. From his house to the river, he took the bus and walked toward the creek. Installing the equipment and start looking for fish. The fish was caught from river, the old fingers
still feel when bitten by a fish hook and when there are no fish.

Now my grandfather began to teach my son to fish, and fishing hobby that also exist in Jojo, my son.



My son, loves him very much....









Doraemon

From BB broadcast ....guyonan di pagi hari..

Doraemon ternyata kucing asli jowo....punya banyak sodara yang nama dan karakternya sama. Percaya ngga??

Yang bodho namanya DORAMUDENG
Yang minggatan namanya DORABALI
Yang suka keluyuran namanya DORAMULIH
Yang suka begadang namanya DORATURU
Yang ngga punya malu namanya DORAISIN
Yang suka ngawur namanya DORANGENAH
Yang pikun namanya DORAELING
Yang suka gatel namanya DORADUS
Yang suka omong namanya DORAMENENG
Yang suka berantem namanya DORAAKUR
Yang kaliren namanya DORAMANGAN

Bahkan para pemudik di jawa yang tiap tahun kena macet pun namanya DORAKAPOK

Yang baca tulisan ini sambil senyum-senyum sendiri namanya DORAWARAS

Kalau ngga paham namanya DORAPAHAM....

Hahahaha......

Sepatu roda











Bapao

Beginilah...sudah lama nih saya ngga pegang-pegang kain flanel dan malah bersibuk ria jualan makanan. Salah satunya bapao....

Roti kukus putih yang harum, enak banget buat sarapan apalagi kalau dimakan hangat-hangat. Yuk kita intip-intip pembuatannya.




Soft - Mix..ku temukan di supermarket. Di bagian belakangnya sdh ada resepnya.

Bahan :
800 gr Tepung terigu kunci
200 gr Soft mix (1 pak)
22 gr ragi instant
200 gr gula pasir putih
500 ml air es

100 gr mentega putih
5 gr garam halus

Cara membuat :
Campur tepung kunci - soft mix - ragi - gula, aduk rata dengan mixer. Tambahkan air es sedikit demi sedikit sampai rata. Lalu masukkan mentega + garam, tambahkan kecepatan mixer anda / uleni sampai kalis licin dan halus.


Adonan yang sudah tercampur kalis, dibentuk bola besar. Diamkan 5-10 menit.


Bagi semua sama rata, kalau mau bikin bapao ukuran besar..timbanglah @50 gram. Tapi kalau mau ukuran kecil @25 gram.


Lalu gilas adonan bulat kecil itu...beri isi... dan bulatkan lagi.


Taruh adonan bulat-bulat di atas langseng / dandang. Diamkan sampai mengembang kira-kira 1.5 kali dari ukuran awal.
Panaskan air di dandang sampai mendidih, lalu kukus selama 10 menit.



Hasilnya setelah matang, cantik ya.....
Selamat mencoba

Sabtu, 10 September 2011

Pasangan dari Tuhan

Copy paste from Julie Xu's notes...i like it...

Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk diberikan pasangan hidup.


“Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.



Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku.Tidak hanya sekedar kepada Tuhan, Aku menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar,humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan.


Suatu malam, dalam doa,Tuhan berkata dalam hatiku,” Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.” dan Ia menjawab,”Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”


Aku bertanya, “Mengapa Tuhan?”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?”


Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepada-Mu.Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”


Kemudian Ia berkata kepadaku, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.


Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat di mana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”


Thanks for beautiful note, Julie

Kamis, 25 Agustus 2011

Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

"Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar," katanya.

Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua,

"Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?"

"Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita".

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi,

"Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab,

"Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama."

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius,

"Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini."

"Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda."

Minggu, 14 Agustus 2011

Flowers 3

Di edit kah??

Nice colors

Bunga Kemuning.

Bunga Buah Naga


Need more information?
Please contact facebok : Hong Gie

Flowers 2

Lotus...


Bunga .....(silakan yang tau...)

Anggrek


Adenium dalam jepretan Papa...

Mau info lanjutan tentang foto-foto ini? Silakan kontak ke fb Hong Gie..



Flowers 1

Berkebun di lantai 2, juga jadi salah satu hobi papa. Waktu bunga adenium booming, mungkin ada ratusan pot kecil dengan macam2 jenis adenium di lantai 2. Wah....sampe repot dech kalau mau nyiram taneman. Dan karung-karung media tanam + pupuk Trubus adalah sahabat setia di kebun.

Hebatnya, semua bisa tumbuh sampai beliau bosen....hahaha....bunga-bunga mulai dibagi-bagikan, pot mulai diberesin. Ganti anthurium...wiiihh, lalu tanaman buah. Dari belimbing, jambu, kedondong, jeruk, sampe buah naga yang dengan suksesnya merembet ke tiang penyangga atap...

Ini ada sedikit hasil jepretan Babe.....yang (maap) daku ngga tau nama2 jelas e, yang penting hasil jepretannya YAHUD dech!

Yach....tak tahu lah aku nama bunga ini...


Biji bunga anthurium



Panca warna?

Bunga apa nih?? Birunya kereenn.....

Enjoy it





Menangkap Matahari





Di ambil dari teras rumah...ada parabola bekas. Sip...
Thank you God for this beautiful sun....



Thanks Dad, nice shot...